Girlband

Alasan kenapa banyak pria suka dengan girl band? Cuman satu jawabannya yaitu “self services”

Quote | Posted on by | Leave a comment

Belenggu

Sekilas kalau mengingat kata belenggu kita akan teringat keterikatan atau sebuah hambatan. Nah, belenggu inilah yg di usung oleh sutradara Upi dengan bintangnya Abimana. Kalau kata temenku si Mariana, film ini malah melebihi Modus Anomalinya Joko Anwar. Makin penasaran dengan pernyataannya Mariana, makin timbul rasa ingin menonton film belenggu ini.

Ga pengen nonton sendirian, akhirnya aku mencoba mengajak temen-temen komunitas standup comedy untuk ikutan. Males juga sih klo nonton sendirian, itu berasa membeli boneka di toko unyu yang berwarna pink. Singkat cerita sih aku berhasil mengajak andre, odi, fuad dan wawan untuk nonton film belenggu di Citra 21 hanya lewat media twitter.

nih gallery filmnya :

Nyeremin ya gambarnya, tapi masih nyeremin mukaku sih😦

Kami berlimapun sudah kumpul jam 14.00 tepat di Citra21, trus membeli tiket sembari iseng-iseng godain mbak-mbak penjual tiketnya.

“mbak mau pesen nasi bisa?” tanyaku
“situ badan sudah gede kok bingung nyari nasi sih mas” jawab si mbak2 penjual tiket
“oh shit(1)” umpatanku dalam hati

Setelah membeli tiket, kamipun masuk bareng-bareng. Dan ga mungkin bareng-bareng juga sih masuknya, pintunya juga pasti ga muat. Akhirnya kami memutuskan masuk satu persatu untuk melewati pintu (opo sih). Mumpung ga nonton bareng ahli giziku, Aku memberanikan pesan popcorn dan minuman es bersoda sebagai teman lidah dan juga tenggorokan yang berasa seperti di gurun sahara.

tik tuk tik tik tuk…. perempuan itu… (monolog dalam film) .. tegang dan tak terlupakan.. dan saking tegangnya akupun ketiduran. 30 menit sebelum ketiduran, aku sempet ngomong ke teman-teman, pembunuhnya ya si elang sendiri karena halusinasi atau gila. Persis Plotnya twist ending sama Modus Anomali atau Shutter Island cuman lain cerita.

Tetapi ketika terbangun, aku memperhatikan lagi filmnya. Ternyata oleh si penulis cerita membalikan lagi endingnya kembali, 2 kali diluar dugaan critanya. Halusinasi itu ternyata betulan dibikin sedemikian rupa oleh si Jingga dan Si Ibu kebaya. Meskipun aku sudah keburu bisa menebak garis besarnya, tapi tetap jempol sebelas untuk sutradara dan penulis cerita film belenggu ini mengingat genre film seperti ini masih sangat jarang disuguhkan ke penikmat bioskop Indonesia.

Filmnya pun habis, dan aku mendapat cercaan dari si Andre.

“ah nonton ama kamu itu sama seperti mengikuti kuis, selalu menebak plotnya dgn benar” ucap andre
“salahkan hollywood yang memproduksi film begituan terlebih dahulu, LEKRA(2) juga ga salah kan?” jawabku

Bagaimanapun film belenggu ini bagus, ceritanya disuguhkan secara rapih. Maap ya Upi klo aku sempat ketiduran menonton film kamu, dan terus berkarya sampai mati! hidup film indonesia!

——————————————————————————————————–

(1) ahh bajingfay
(2) Lembaga Kebudajaan Rakjat ( yg sempat memprotes film hollywood dan dicap sebagai lembaganya PKI)

Posted in Tulisan Kacau | Tagged | Leave a comment

Gaun

Sabtu sore sepulang dari salon, Mira dan Rani pergi ke butik langganan untuk membeli pakaian.

Mereka berdua sangat antusias dalam mencoba gaun.

 

“gimana nih Mir? aku bagus ga memakai gaun ini?” Tanya Rani

“menurutku sih warnanya ga cocok dengan kulitmu sih Ran, klo yang warna item baru deh cocok” Jawab Mira

“kamunya ga beli mir? oh sudah banyak juga ya koleksi gaunmu” Tanya Rani

“iya Ran, udah segudang gaunku bertumpuk di rumah” Jawab Mira

 

Mira punya banyak koleksi gaun di rumah, itu karena untuk menutupi kakinya yg tidak terlalu mulus.

Wajar aja sih karena dulunya dia adalah seorang pria.

Posted in Flash Fiction | Tagged | Leave a comment

Kejujuran

Diteras rumah, aku dan Arin saling bercanda saling ketawa karena esok hari yang menegangkan untuk kita berdua. Ya, kita akan melangsungkan pernikahan, suatu ceremony yang pasti ditunggu-tunggu oleh dua insan manusia yang saling mencintai.

“sayang, sebelum kita menjadi suami istri. aku akan jujur kepadamu” ucapku ke Arin

“baiklah, aku janji ga akan marah setelah kamu jujur” jawab Arin

“maapkan aku, karena selama jalan ama kamu aku telah selingkuh. Tapi sekarang aku berjanji tidak akan mengulanginya kembali..” kataku

“baiklah kalau begitu, aku akan juga jujur sama kamu” pinta Arin kepadaku.

“aku ga akan marah sayang, katakan saja..” ucapku

“aku sangat sayang dan cinta ama kamu, sama seperti ketika aku merubah genderku dari pria menjadi wanita” kata Arin tanpa basa-basi.

 

flash fiction copyright @2012 by @gondrongg

Posted in Flash Fiction | Tagged | Leave a comment

Mudik

Sebuah kota kecil yang damai, terlihat hijau dan yang pasti udaranya masih segar tempat Orang Tuaku menghabiskan umurnya.

Malam haripun tiba, aku tidak bisa tidur dan akhirnya memutuskan untuk berjalan kaki menyusuri perkampungan melewati jembatan cinta monyetku dulu semasa sekolah.

“logh Don kapan sampai? bagaimana kabar Jakarta” sapa Harjito Keamanan Desa ini.

“Eh ada Harjito, di Jakarta bikin Stres!” sahutku. “eh Har, ini jembatan kok peyot gini apa tidak ada yg ngurus? kok malah jadi serem” tanyaku.

“Nah itulah Don, aku juga masih nyari tubuhku sendiri yang hilang dibawah jembatan ini” jawab si Harjito

flash fiction copyright @2012 by @gondrongg

Posted in Flash Fiction | Tagged | Leave a comment

Pacaran

Disebuah caferia kampus, tempat ini menjadi saksi ketika aku dan Rina berkomitmen pacaran dan menjalin cinta yang tulus selama dua tahun. Hubungan kita berdua sih direstui oleh Papaku dan pihak keluarga Rina

“Rin, selama kita berpacaran ada yg berkurang dari aku ga?” pertanyaanku kepada dia.

“ga ada keknya deh, kamu masih sama kok dengan dua tahun yg lalu” jawab Rina

(Kemudian ada suara mobil sedang parkir, ternyata itu Papaku)

“Papa? Papa knapa ke kampusku?” tanyaku kepada Papa.

“Mau jemput Rina, ngukur baju pengantin.. oh iya mulai bulan depan kamu manggil Rina dengan sebutan Mama ya..” Ujar Papa

flash fiction copyright @2012 by @gondrongg

Posted in Flash Fiction | Tagged | Leave a comment

Rindu Keluarga

Disebuah stasiun, antrian dan hiruk pikuk orang-orang sudah sudah tidak bisa dibayangkan lagi. Dilihatpun pasti membikin mata pusing tujuh keliling.

Akupun mengantri dengan sangat sabar sekali, ini semua demi kerinduanku dengan keluarga disana. Sudah hampir 2 tahun kami berpisah, dan hanya dengan senyuman ini membuatku kuat mengantri berjam-jam demi mendapatkan tiket.

Tinggal satu orang lagi didepanku.

‘” Tiketnya masih ada mbak?” tanyaku

” Maaf ya mas, klo tiket menuju ke surga sudah habis. Adanya yg menuju neraka, gmn mau mas?” jawab si penjual tiket

flash fiction copyright @2012 by @gondrongg

Posted in Flash Fiction | Tagged | Leave a comment